manfaat shalat tahajud bagi kesehatan

Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman :
“Dan pada sebagian malam hari, bersembahyang Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-Mu mengangkat kamu ke tampat yang terpuji,” (QS. Al-Isa 17:79)

Dari referensi tersebut tampak bahwa sholat Tahajud merupakan sholat sunah yang istimewa dalam ibadah umat islam. Pada riwayat lainnya yang shahih dinyatakan bahwa Rasullulloh SAW tidak pernah meninggalkan sholat Tahajud hingga beliau wafat.

Ditinjau dari aspek kesehatan, sholat Tahajud dapat membantu kita menyembuhkan penyakit yang kita derita. Dengan melaksanakan sholat Tahajud, kita akan mendapat manfaat yang berlipat, sebagaimana sabda Rasullullah SAW dalam sebuah hadist :
“Sholat Tahajud dapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan dan menghindarkan dari penyakit,” (HR. Tirmidzi)

Hadits tersebut memberikan dalil yang kuat terhadap adanya hubungan yang mutual antara praktik ibadah mahdah dengan alur logika dan pembuktian sains. Fakta membuktikan bahwa ketenangan dapat meningkatkan ketahanan tubuh imunologik, mengurangi resiko terkena penyakit jantung, dan meningkatkan usia harapan hidup. Sebaliknya stres dapat menyebabkan kita menjadi rentan terhadap infeksi, mempercepat perkembangan sel kanker, dan meningkatkan metastatis. Dengan demikian secara teoritis bila kita mengamalkan sholat Tahajud, kita pasti mendapatkan kesehatan yang baik secara fisik dan mental.

Dalam sebuah bukunya, Prof. Dr. Mohammad Soleh, setelah melakukan penelitian terhadap beberapa pelaku sholat tahajud secara rutin dan ikhlas, mengungkapkan bahwa sholat Tahajud memberi pengaruh terhadap peningkatan respon ketahanan tubuh imunologik, Penelitian tersebut dilandasi oleh apa yang dianjurkan Al-Quran kepada kita untuk Iqra (bacalah), Wasma’u (simaklah), Afala tatafakkaruun (pikirkanlah), Afala tubshiruun (perhatikanlah), Afala tandhuruun (telitilah/risetlah), dan Afala tatadabbaruun (ungkapkanlah).

Oleh sebab itu, apabila kita menginginkan keseimbangan hidup sekaligus mendapatkan kesehatan jasmani dan rohani, sholat Tahajud adalah (salah satu) jalan untuk mendapatkannya. Denganmenjalankan 13 raka’at dalam waktu 8 minggu, sholat Tahajud dapat menurunkan kadar kortisol. Pada kadar tinggi,  kortisol bersifat imunosupresif. Sebaliknya dalam kadar rendah kortisol dapat mempengaruhi proliferasi limfosit. Dalam perspektif psikoneuroimunologi, terjadinya peningkatan respon imun ini akan meningkatkan ketahanan tubuh. Dengan kata lain, melalui turunnya kadar kortisol, para pengamal salat tahajud terhindar dari kemungkinan gejala stres. Keadaan terbebas dari stress akan membantu kita terhindar dari sakit atau penyakit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: